Sabtu, 10 Agustus 2013

rindu #3

Untuk kamu yang kini terpisah ratusan kilometer denganku


26 Juni 2013, adalah hari yang paling indah bersamamu, sebelum kepergianmu.
Apakah kamu masih ingat tentang hari itu?

Aku ingat saat aku tak sengaja membuang handphone ku karena kesal dengan penjaga pintu masuk, lalu kau menemukannya. Aku ingat saat kau dengan sabar menungguku yang begitu lama berada di kamar mandi. Aku ingat saat matamu berbinar menyanyikan setiap bait lagu-lagunya dengan hafal. Aku ingat saat kamu tiba-tiba merangkul pundakku ketika lagu J.A.P terlantun merdu, hei – apakah kau tahu bagaimana degup jantungku kala itu?. Aku ingat saat kita menikmati permen chupacups bersama, bergandengan tangan seperti anak kecil yang baru saja bisa berjalan.  Aku ingat saat kau mengantarkanku ke asrama, walau kita tak berada pada kendaraan yang sama. Apakah kamu masih ingat hal itu?
aku selalu tersenyum ketika mengingatmu, mengingat bagaimana kamu menjagaku, mengingat bagaimana kamu tetap berada disampingku :)

aku tak tahu, mengapa malam itu aku seperti lupa akan prinsipku, ya Allah,  maafkan aku
Jagalah kemaluan kalian, tundukkanlah pandangan-pandangan kalian dan tahanlah tangan-tangan kalian (HR. Ibnu Khuzaimah no. 91/III, Ibnu Hibban no. 107, Al Hakim no. 358-359/IV, Ahmad no. 323/V
dan terjawablah sudah, Allah masih ingin menjagaku dan tak pernah bosan mengingatkanku. 1 Juli 2013, kamu kembali pergi. Pergi meninggalkan kota ini, seperti dulu.

----------------------------------------------------------------

entah berapa lama lagi kita bertemu. aku sadar, bisa jadi suatu hari nanti kau akan lupa dengan wajahku. dengan suaraku. lalu kita menjadi orang asing yang menyerbut nama dengan terbata-bata. semoga tidak yaa . jangan lupakan aku. walau harus dengan cara seperti ini :)

itulah sebabnya aku sering cemburu ketika melihatmu dekat dengan teman-teman perempuanmu? maaf, aku tahu ini tidak sepantasnya.
aku memang tak tahu bagaimana kamu memperlakukan mereka, apakah kau juga seperti ini kepadanya? Ataukah mungkin aku hanya terlalu GR dan berlebihan dalam mengartikan semuanya. hm, bisa jadi~ aku memang tak mengerti bagaimana isi hatimu.
bolehkah jika aku juga cemburu dengan masa lalumu, dengan komitmenmu padanya dulu? bahkan sempat terlintas di benakku apakah mungkin aku hanyalah pelarianmu, atau pengobat luka dan sepi hatimu.
Bagaimana bisa ketika tangan kananmu memelukku, tangan kirimu erat menggenggam masa lalu.

Well, I'm not afraid to fall in love, I'm just afraid that I might fall for the wrong person again

aku tak akan mungkin bisa mengungkapkan segalanya meskipun kita sudah saling mengenal dan dekat dalam waktu yang cukup lama.




Aku memang cemburu, aku tahu kamu bukan milikku. aku tahu ini belum waktunya untukku .
tapi aku tak akan melarang dan mebatasi gerak gerikmu. Aku menyadari, aku bukanlah wanita yang suka berkirim pesan setiap hari, setiap jam, setiap menit. Aku cenderung cuek dan tidak peduli dalam hal itu. Ya, dalam hal itu. Aku lebih suka menulis banyak hal tentangmu daripada memantaumu dalam social media, haha, aku memang tak pandai meng-kepo, tak seperti wanita pada umumnya, aku tak suka melakukan ini.

dan doa ialah caraku mendekatkan jarak, di mana setiap pejal ayatnya adalah sayap yang akan mendekapmu erat. 

Mungkin suatu hari nanti kau akan jenuh dengan semuanya, dengan caraku memperlakukanmu. Aku mengerti sendirimu disana. Aku paham kerinduanmu kembali. Aku tahu, kau butuh perhatian, dukungan, dan semangat yang mungkin jarang aku berikan secara langsung. Itulah mengapa aku merasa terlalu egois jika selalu cemburu. Toh aku juga bukan siapa-siapamu. bukankah Tuhan masih belum mengizinkanku untuk itu?

aku tetap percaya akan takdirku nanti, entah siapapun nanti orangnya, aku akan tetap menjalani hari hariku dengan baik, seperti kata-katamu dulukau masih ingat kan? Tapi percayalah, aku diam bukan berarti tidak peduli, bukan berarti tak merindukanmu.

Dan akhirnya lebaran kali ini kita kembali tidak bertemu, dan entah kapan kita akan bertemu lagi, aku masih ingin menunggumu, bolehkah?
Setidaknya aku ingin mengetahui bagaimana keadaanmu nanti setelah kepulanganmu.
Happy Eid Mubarak, mohon maaf lahir dan batin, tetap semangat, kami menunggumu kabar bahagia darimu, semoga Allah senantiasa menjaga dan melindungimu .





0 komentar:

Posting Komentar

hanya menulis apa yang aku pikirkan, tidak selalu yang aku alami ! :)

hanya menulis apa yang aku pikirkan, tidak selalu yang aku alami ! :)

kamu pengunjung ke -