Sabtu, 22 Desember 2012

Ibu

Puisi
ia menyebutnya dengan kehidupan

dimana pagi buta memaksanya untuk beranjak

membangunkanku yang tengah terlelap

untuk bercengkrama mesra dengan Tuhan. .

ia menyebutnya dengan kehidupan

dimana siangnya menjadi cambuk untuk maju

mengikis jemari demi sesuap nasi

memeras otak demi mencukupi kebutuhan kami. .

ia menyebutnya dengan kehidupan

dimana petangnya membuatnya terjaga

untuk selalu siaga dengan belai lembut kasihnya . .

ia . . .

bagai bidadari surga

mencium hidup kami dengan syahdu. .

ia lah kapas putih yang terbang malu-malu

karna mungkin debur angin akan mengotorinya. .

ia lah malaikat tanpa sayap

yang selalu mencoba bertahan dengan ratusan duri sayat. .

ialah pelangi yang tetap tersenyum indah

bahkan saat dunia menangis lelah. .

ia lah sayup yang kudengar

saat fajar melenyapkannya dalam doa. .

ia lah manusia perindu surga

yang merengkuh dunia dengan tangannya. .

ia lah wanita perkasa

yang kusebut sebagai. .

ibu. .



23.12 pm , 22 dec 12

selamat hari ibu


(ndhundyahsusan)

0 komentar:

Posting Komentar

hanya menulis apa yang aku pikirkan, tidak selalu yang aku alami ! :)

hanya menulis apa yang aku pikirkan, tidak selalu yang aku alami ! :)

kamu pengunjung ke -